Thursday, May 23, 2019

Ito hasian : brother : markiki

Sebelum lupa

Aku belajar satu hal lagi tentang HIKMAT.
Rupanya hikmat (yang mahal melebihi emas dan permata itu...yang mahalnya melebihi harta, tahta, hormat, dan lainnya...) itu, diberikan Tuhan kepada mereka yang rendah hati, takut akan Tuhan, dan memiliki kemenurutan.
Hikmat tak memandang dari sisi akademis tinggi seseorang.

Nggak, aku nggak sedang bicara tentang orang yang bersekolah tinggi. Itu karunia yang Tuhan berikan untuk sekolah yang tinggi.

Hanya sedang berbicara tentang kemenurutan seseorang kepada Tuhan : )

Aku hanya membandingkan diriku dengan kakakku, sebagai motivasi : ) karena ini hal yang baik benar menurutku.

Aku menyadari bahwa aku ngeyelan, mungkin aku yang tau betapa ngeyelnya aku. Orang tua tau juga. Tapi aku lebih tau n menyadari :( pity party kah ini? Wkwkwkwwkwk pfftt
Ngeyel means tidak mendengarkan suara hati, suara hati Tuhan mungkin ya. Jadi mungkin sulit mendapatkan hikmat. Hati2 untuk para pembaca mungkin yang demikian.

Dewasa ini, setelah ikut usaha dengan kk markiki, aku baru tau markiki dan kehidupannya seperti apa. Awalnya, karena ngeyelan, jadi aku tak begitu memahaminya. Mungkin aku malah menghakiminya karena terlalu ambisius dalam berusaha. TAPI Lambat laun, dia bercerita tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupnya. Aku suudzon, mon ampun.
It was so amazing. Amazing when God turut campur tangan dalam hidupnya PERSONALLY. Markiki bukan seorang yang memiliki akademis yang tinggi. Masuk SMK yang bagus aja, dia NEM terendah. Kuliah ga sanggup.
Tapi saat konfirmasi atau kata kesasi dia mengalamin pengajaran Tuhan melalui seorang priester yaitu Pr Pris, yang mengajarkan bahwa "jika kamu bergumul dan ingin membuat keputusan, kamu berkorban khusus kepada Tuhan. " Lalu markiki hanya "menurut" dan ia berkorban khusus. Lalu Tuhan tunjukkan banyak hal. Termasuk ketika memilih pekerjaan mana yang hendak ia pilih atau resign wkwkwk

Yang amazing lgi ketika bekerja di Sumatera kalo ga salah, sewaktu dia sedang sendirian di kantor, tetiba ada suara yang mengatakan intinya "Pulanglah, kamu sudah lama meninggalkan-Ku. (dikon bali,  basa jawane ngono)." pertama kali aku mendengar sharingnya aku meyakini itu adalah suara Roh Kudus. Lalu tanpa pikir panjang, ia pulang ke Jogja dengan tidak tau apa yang hendak dilakukan. Kayak Abraham T.T nangis aku tu sekarang. Hiksss. Dannn ia pulang ke Jogja dengan modal tabungannya tidak gede2 amat2, sih dia rajin nabung aja.

Ternyata pun dia menggambar, mendesain rumah dll pada usia 23 itu pun dia bergumul dan ngobrol sama Tuhan, "gimana ini ya Tuhan, bla bla bla. " I saw that dia bergumul sama Tuhan as friend, yang diandalkan banget. Dan hasilnya puji Tuhan, kayak Yusuf. Yusuf yang berhasil dalam hidupnya. Banyak orang yang memuji rumahnya bagus. More thank one, two, three orang. Sering bilang.  Kalo ditanyain, siapa yang design rumah itu kok bagus, gw jawab itu Tuhan yang design. Brother yang design bareng Tuhan maksudnya, soalnya ngerjainnya bareng2.

Ia sosok yang berbeda memang. Kayak pengusaha. Hiya memang pengusaha hehe. Kalo ada yg menghina pasti ia mengolahnya menjadi motivasi, ibu yang yang juga menjadi salah satu alasannya karena ibu sering dihina pada masanya.

Dan ia adalah sesosok yang gak mau keliatan. Makanya dia ga mau menjadi hamba Tuhan. Jadi ketua panitia pun, mungkin agak terpaksa. Selebihnya karena ia ingin melayani Tuhan-nya, selagi ada KESEMPATAN.

Di sisi lain, ini pemikiran gw sendiri. Gw illfeel banget ketika ada yg memandang bahwa dia money-oriented. Ah apalagi itu dibahas di lingkungan yg terlihat rohani. Entahlah ini kepekaan ku aja. Dia pun menyadari bahwa melakukan usaha ini itu berdasarkan KARUNIA TUHAN SEMATA. Upil. Sorry.

Terlepas itu semua, dia bukan yang sempurna karena yang sempurna adalah Tuhan saja. Orang tetep ada duri dalam daging, biar ga sombong kali ya!

Dari sini gw belajar.......
Untuk dengar2an bersama Tuhan,  T E N A N G  ketika mendengarkan Tuhan. Makanya dia suka diem itu, mgkn lagi ngobrol ya. Berhikmat, mbe!

Beberapa hari ini aku melow, merasakan apa yang brother rasakan. Ada yang ngganjel perihal relasi di lingkungan yang terlihat rohani.

Yah, gw nulis ini semua buat back up. Kalo kalo gw duluan balik hehehehehehehehehehheheheheheheheheheheheheehe : )
Semoga tulisan ini menjadi berkat..
Ambil yang baik, buang yang jelek ya!

No comments:

Post a Comment