Thursday, May 30, 2019

Thursday, May 23, 2019

Ito hasian : brother : markiki

Sebelum lupa

Aku belajar satu hal lagi tentang HIKMAT.
Rupanya hikmat (yang mahal melebihi emas dan permata itu...yang mahalnya melebihi harta, tahta, hormat, dan lainnya...) itu, diberikan Tuhan kepada mereka yang rendah hati, takut akan Tuhan, dan memiliki kemenurutan.
Hikmat tak memandang dari sisi akademis tinggi seseorang.

Nggak, aku nggak sedang bicara tentang orang yang bersekolah tinggi. Itu karunia yang Tuhan berikan untuk sekolah yang tinggi.

Hanya sedang berbicara tentang kemenurutan seseorang kepada Tuhan : )

Aku hanya membandingkan diriku dengan kakakku, sebagai motivasi : ) karena ini hal yang baik benar menurutku.

Aku menyadari bahwa aku ngeyelan, mungkin aku yang tau betapa ngeyelnya aku. Orang tua tau juga. Tapi aku lebih tau n menyadari :( pity party kah ini? Wkwkwkwwkwk pfftt
Ngeyel means tidak mendengarkan suara hati, suara hati Tuhan mungkin ya. Jadi mungkin sulit mendapatkan hikmat. Hati2 untuk para pembaca mungkin yang demikian.

Dewasa ini, setelah ikut usaha dengan kk markiki, aku baru tau markiki dan kehidupannya seperti apa. Awalnya, karena ngeyelan, jadi aku tak begitu memahaminya. Mungkin aku malah menghakiminya karena terlalu ambisius dalam berusaha. TAPI Lambat laun, dia bercerita tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupnya. Aku suudzon, mon ampun.
It was so amazing. Amazing when God turut campur tangan dalam hidupnya PERSONALLY. Markiki bukan seorang yang memiliki akademis yang tinggi. Masuk SMK yang bagus aja, dia NEM terendah. Kuliah ga sanggup.
Tapi saat konfirmasi atau kata kesasi dia mengalamin pengajaran Tuhan melalui seorang priester yaitu Pr Pris, yang mengajarkan bahwa "jika kamu bergumul dan ingin membuat keputusan, kamu berkorban khusus kepada Tuhan. " Lalu markiki hanya "menurut" dan ia berkorban khusus. Lalu Tuhan tunjukkan banyak hal. Termasuk ketika memilih pekerjaan mana yang hendak ia pilih atau resign wkwkwk

Yang amazing lgi ketika bekerja di Sumatera kalo ga salah, sewaktu dia sedang sendirian di kantor, tetiba ada suara yang mengatakan intinya "Pulanglah, kamu sudah lama meninggalkan-Ku. (dikon bali,  basa jawane ngono)." pertama kali aku mendengar sharingnya aku meyakini itu adalah suara Roh Kudus. Lalu tanpa pikir panjang, ia pulang ke Jogja dengan tidak tau apa yang hendak dilakukan. Kayak Abraham T.T nangis aku tu sekarang. Hiksss. Dannn ia pulang ke Jogja dengan modal tabungannya tidak gede2 amat2, sih dia rajin nabung aja.

Ternyata pun dia menggambar, mendesain rumah dll pada usia 23 itu pun dia bergumul dan ngobrol sama Tuhan, "gimana ini ya Tuhan, bla bla bla. " I saw that dia bergumul sama Tuhan as friend, yang diandalkan banget. Dan hasilnya puji Tuhan, kayak Yusuf. Yusuf yang berhasil dalam hidupnya. Banyak orang yang memuji rumahnya bagus. More thank one, two, three orang. Sering bilang.  Kalo ditanyain, siapa yang design rumah itu kok bagus, gw jawab itu Tuhan yang design. Brother yang design bareng Tuhan maksudnya, soalnya ngerjainnya bareng2.

Ia sosok yang berbeda memang. Kayak pengusaha. Hiya memang pengusaha hehe. Kalo ada yg menghina pasti ia mengolahnya menjadi motivasi, ibu yang yang juga menjadi salah satu alasannya karena ibu sering dihina pada masanya.

Dan ia adalah sesosok yang gak mau keliatan. Makanya dia ga mau menjadi hamba Tuhan. Jadi ketua panitia pun, mungkin agak terpaksa. Selebihnya karena ia ingin melayani Tuhan-nya, selagi ada KESEMPATAN.

Di sisi lain, ini pemikiran gw sendiri. Gw illfeel banget ketika ada yg memandang bahwa dia money-oriented. Ah apalagi itu dibahas di lingkungan yg terlihat rohani. Entahlah ini kepekaan ku aja. Dia pun menyadari bahwa melakukan usaha ini itu berdasarkan KARUNIA TUHAN SEMATA. Upil. Sorry.

Terlepas itu semua, dia bukan yang sempurna karena yang sempurna adalah Tuhan saja. Orang tetep ada duri dalam daging, biar ga sombong kali ya!

Dari sini gw belajar.......
Untuk dengar2an bersama Tuhan,  T E N A N G  ketika mendengarkan Tuhan. Makanya dia suka diem itu, mgkn lagi ngobrol ya. Berhikmat, mbe!

Beberapa hari ini aku melow, merasakan apa yang brother rasakan. Ada yang ngganjel perihal relasi di lingkungan yang terlihat rohani.

Yah, gw nulis ini semua buat back up. Kalo kalo gw duluan balik hehehehehehehehehehheheheheheheheheheheheheehe : )
Semoga tulisan ini menjadi berkat..
Ambil yang baik, buang yang jelek ya!

Tuesday, May 21, 2019

Family

Terlalu banyak cerita tentang keluarga. Malam ini ku menyadari, bahwa ternyata semuanya bukanlah cerita tentang aku, atau cerita tentang kami (bapak, ibu, markiki, bangso, the ni, bayi). Tapi semuanya tentang Pencipta.

Lagi ku merenungkan ini di dalam mobil, dalam perjalanan malam ini.

Banyak cerita tentang Tuhan dan pekerjaan Tuhan. Entah itu suka atau duka, semua Tuhan campur tangan. (ngga sanggup awak nulis gini sambil senyum, nangis awak mbrebes mili).

Pekerjaan Tuhan yang ajaib dan mulia, Tuhan ijinkan terjadi. Syukur pada Allah. Dalam setiap hal yang terjadi, rupanya Allah memiliki maksud.
P A R A L E L.

Banyak pekerjaan-Mu, tak cukup kuat jempol ini nulis di malam yang sudah mulai larut.
Suka duka dalam usaha keluarga.
Wajar ketika usaha harus kerja keras karena hasil tak menentu. Beda dengan pegawai yang bisa menanti gaji di awal atau akhir bulan. Salah satu bagian yang kadang bikin deg-degan bagi keluarga.

Dan aku menyadari, sepertinya keluarga memiliki latar belakang yang sama. Semuanya pernah dibully, dihina, atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain, bahkan orang sekepercayaan : ) AH INI ENERGI NEGATIF atau BUKAN? Mari bersama belajar di balik hal ini.

Heran gw, sama kaka gw, yg dengan tegasnya bilang,"Tuhan bersamaku. Dan kalo mereka gitu, itu jadi motivasi bagiku."
Aku mah butiran debu 😂 yang dihina langsung mewek. Tapi kk diberi karunia yang sedemikan rupa sehingga mampu untuk menghadapi kopet semacam itu. (NGOMONGOPOYAN)

Sejujurnya, aku nulis begini karena mbok-mbok ngko aku dipundut sikekan heheheheheheehhehehee dan tak ada kisah tentang mereka dan keluarga yang dituliskan, kan sayang.

Siapa tau menjadi berkat. Ambil yang baik baiknya sajaa, buang yang kopet kopet (SARUYAN).

Yasudah. Mata hamba sembam, mau obob dulu. Wkwkwwk

Friday, May 10, 2019

Babi

Beberapa hari ini, merasa nananina.
Kemudian aku bercerita kepada sahabat.

Lalu dia, si koleris ini, memberi saran kepada si melow (hamba wkwkwk) :
"Nek edan ojo sui2 !"

Bajilakk. Sontak gw tertohok dong. Doi orang jakarte sekarang, jd lu gw - lu gw. Harap maklum!

And then dia ngasih saran lagi buat gw "Minta kekuatan untuk lepas dari dosa. Sampe kapan koe ameh terikat?"
Dia bilang seperti ini karena dia udah mengalami pergumulan yang sama. Dia sudah melakukannya karena Tuhan yang mampukan. Secara diri ga sanggup.

And then dia kasi saran lagi untuk baca di pagi hari "Yesus usir setan ke babi babi" tapi pagi gw uda beredar, kaga fokus. Baru malam ini gw baca.

Gw notice sama ayat ini :
Markus 5:13 (TB)  Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

See?
Yesus aja mengabulkan permintaan mereka lho, mereka adalah si iblis iblis gadul singo munyuk asu bajilak itu, babi T.T Apa permintaan mereka? Para roh dari bawah minta kepada Yesus supaya rohnya pindah ke babi babi itu.

Apakah Dia ga sanggup mengabulkan permintaanmu, Mbe? Gw minta lepas dari ikatan macam gini.
Atau jangan2 gw belum minta???
Ah bullshit! Omdo lu Mbe. (knp gw jadi maki2 diri sendiri)

Semoga hamba dengan rendah hati dapat mengakui kesalahan dan dosa. Dan terlebih mohon dengan sungguh2 Tuhan mampukan untuk nananina ini.

Maaf agak 4l4y. Tapi gw ngerasa Tuhan sayang gw. Wek

And then gw notice sama ayat ini lagi :
Markus 5:13 (TB)
"Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
(ga ada hubungannya sama nananina di atas sih hehehe) Ayat ini mengingatkan gw akan brother gw, my sibling. Banyak pekerjaan Tuhan yang terjadi atas hidupnya. Tapi sedikit orang yang tau akan kebaikan Tuhan atas hidupnya, jadi MUNGKIN orang2 sukanya memandang menurut pandangan mereka sendiri, terlihat dari cara orang memperlakukannya. Gw jadi sedih! Upil banget dah pokmen, kalo ke rumah ibadah hanya formalitas apa gimanasi. YA REFLEKSI BUAT GW JUGA. SEMOGA HIDUPKU TAK SAMA LAGI SETELAH MASUK RUMAH IBADAH HEHEHEHEHE . "Lha uripku neng donya mung SEDILIT dibanding uripku neng KONO" (kata my sibling, aku pun). Makanya berubah lebih baik. Amin? Amin!
Semoga menemukan persekutuan yang membuat jiwa bertumbuh, saling berbagi dan sharing pekerjaan Tuhan sehingga saling menguatkan gereja. Gereja dalam tanda kutip, bukan gedung gereja.

Yah ini cuma sharing on my mind. Mohon maaf lahir dan batin jika ada penulisan kata2 yg kurang berkenan di hati pembaca. Doakan saya supaya saya terus rendah hati di hadapan Tuhan.

Catatan Simbe