Friday, September 20, 2019

SAKIT! Berdoalah bagi yang menyakiti dan membencimu

Sesungguhnya di zalim i rekan seiman itu lebih nganu. Sedih w. Malu sih harusnya. Mohon ampun, kami mah apa atu. "Di luar kekecewaan kepada manusia, aku(kami) merasa diberkati dalam pekerjaan ini." #catatansimbe #taburtuai

Friday, September 6, 2019

Terima kasih Tuhan . Gara-gara Tuhan

Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus

Terima kasih Tuhan, telah menberikan teman teman yang pernah mem - bully saya waktu SMP.

Terima kasih Tuhan, Kau menangkapku, sehingga aku mengalami cinta yang mula-mula kepada-Mu. Itu yang membuatku bertahan sampai saat ini.

Terima kasih Tuhan, aku bersyukur ketika aku bisa melayani di mana Engkau tempatkan. Aku merasa ditolong dan Kau berikan kesempatan untuk menolong orang lain. Aku merasa ini sebagai follow-up dari-Mu untuk ku tetap bersetia. Ya semoga, bersetia sampai akhir.

Terima kasih Tuhan, Engkau menempatkanku di keluarga yang seperti ini. Kami saling bertumbuh dalam suka dan duka bersama. Sekalipun berbeda-beda. Aku menyadari bahwa mereka pun adalah Milik-Mu. Semoga aku dan keluarga bisa bertemu dalam kehidupan kekal.

Gara-gara Tuhan. Aku tak peduli apa yang orang lain katakan. Tuhan sayang sama aku.

Wednesday, August 21, 2019

"Bajilak, kok dia gitu sih? "

Sulit bagi kita untuk menilai benar dan salah. Sebab Hakim yang Benar adalah Pencipta 😭😭😭

Sekalipun ada orang yang berbuat semena-mena padamu, tetaplah melakukan kebenaran-Nya, mengasihi dan bahkan berdoa untuknya.

Serahkanlah segala sesuatu kepada-Nya, sebab Ia Satu-satunya yang memiliki kuasa.

Yang menabur akan menuai.

Ia yg ga menghargaimu, bisa jadi ia juga tidak dihargai wkwk kalo peka
**Ia juga bisa diganti dengan kata ganti "aku".

Thursday, May 30, 2019

Thursday, May 23, 2019

Ito hasian : brother : markiki

Sebelum lupa

Aku belajar satu hal lagi tentang HIKMAT.
Rupanya hikmat (yang mahal melebihi emas dan permata itu...yang mahalnya melebihi harta, tahta, hormat, dan lainnya...) itu, diberikan Tuhan kepada mereka yang rendah hati, takut akan Tuhan, dan memiliki kemenurutan.
Hikmat tak memandang dari sisi akademis tinggi seseorang.

Nggak, aku nggak sedang bicara tentang orang yang bersekolah tinggi. Itu karunia yang Tuhan berikan untuk sekolah yang tinggi.

Hanya sedang berbicara tentang kemenurutan seseorang kepada Tuhan : )

Aku hanya membandingkan diriku dengan kakakku, sebagai motivasi : ) karena ini hal yang baik benar menurutku.

Aku menyadari bahwa aku ngeyelan, mungkin aku yang tau betapa ngeyelnya aku. Orang tua tau juga. Tapi aku lebih tau n menyadari :( pity party kah ini? Wkwkwkwwkwk pfftt
Ngeyel means tidak mendengarkan suara hati, suara hati Tuhan mungkin ya. Jadi mungkin sulit mendapatkan hikmat. Hati2 untuk para pembaca mungkin yang demikian.

Dewasa ini, setelah ikut usaha dengan kk markiki, aku baru tau markiki dan kehidupannya seperti apa. Awalnya, karena ngeyelan, jadi aku tak begitu memahaminya. Mungkin aku malah menghakiminya karena terlalu ambisius dalam berusaha. TAPI Lambat laun, dia bercerita tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupnya. Aku suudzon, mon ampun.
It was so amazing. Amazing when God turut campur tangan dalam hidupnya PERSONALLY. Markiki bukan seorang yang memiliki akademis yang tinggi. Masuk SMK yang bagus aja, dia NEM terendah. Kuliah ga sanggup.
Tapi saat konfirmasi atau kata kesasi dia mengalamin pengajaran Tuhan melalui seorang priester yaitu Pr Pris, yang mengajarkan bahwa "jika kamu bergumul dan ingin membuat keputusan, kamu berkorban khusus kepada Tuhan. " Lalu markiki hanya "menurut" dan ia berkorban khusus. Lalu Tuhan tunjukkan banyak hal. Termasuk ketika memilih pekerjaan mana yang hendak ia pilih atau resign wkwkwk

Yang amazing lgi ketika bekerja di Sumatera kalo ga salah, sewaktu dia sedang sendirian di kantor, tetiba ada suara yang mengatakan intinya "Pulanglah, kamu sudah lama meninggalkan-Ku. (dikon bali,  basa jawane ngono)." pertama kali aku mendengar sharingnya aku meyakini itu adalah suara Roh Kudus. Lalu tanpa pikir panjang, ia pulang ke Jogja dengan tidak tau apa yang hendak dilakukan. Kayak Abraham T.T nangis aku tu sekarang. Hiksss. Dannn ia pulang ke Jogja dengan modal tabungannya tidak gede2 amat2, sih dia rajin nabung aja.

Ternyata pun dia menggambar, mendesain rumah dll pada usia 23 itu pun dia bergumul dan ngobrol sama Tuhan, "gimana ini ya Tuhan, bla bla bla. " I saw that dia bergumul sama Tuhan as friend, yang diandalkan banget. Dan hasilnya puji Tuhan, kayak Yusuf. Yusuf yang berhasil dalam hidupnya. Banyak orang yang memuji rumahnya bagus. More thank one, two, three orang. Sering bilang.  Kalo ditanyain, siapa yang design rumah itu kok bagus, gw jawab itu Tuhan yang design. Brother yang design bareng Tuhan maksudnya, soalnya ngerjainnya bareng2.

Ia sosok yang berbeda memang. Kayak pengusaha. Hiya memang pengusaha hehe. Kalo ada yg menghina pasti ia mengolahnya menjadi motivasi, ibu yang yang juga menjadi salah satu alasannya karena ibu sering dihina pada masanya.

Dan ia adalah sesosok yang gak mau keliatan. Makanya dia ga mau menjadi hamba Tuhan. Jadi ketua panitia pun, mungkin agak terpaksa. Selebihnya karena ia ingin melayani Tuhan-nya, selagi ada KESEMPATAN.

Di sisi lain, ini pemikiran gw sendiri. Gw illfeel banget ketika ada yg memandang bahwa dia money-oriented. Ah apalagi itu dibahas di lingkungan yg terlihat rohani. Entahlah ini kepekaan ku aja. Dia pun menyadari bahwa melakukan usaha ini itu berdasarkan KARUNIA TUHAN SEMATA. Upil. Sorry.

Terlepas itu semua, dia bukan yang sempurna karena yang sempurna adalah Tuhan saja. Orang tetep ada duri dalam daging, biar ga sombong kali ya!

Dari sini gw belajar.......
Untuk dengar2an bersama Tuhan,  T E N A N G  ketika mendengarkan Tuhan. Makanya dia suka diem itu, mgkn lagi ngobrol ya. Berhikmat, mbe!

Beberapa hari ini aku melow, merasakan apa yang brother rasakan. Ada yang ngganjel perihal relasi di lingkungan yang terlihat rohani.

Yah, gw nulis ini semua buat back up. Kalo kalo gw duluan balik hehehehehehehehehehheheheheheheheheheheheheehe : )
Semoga tulisan ini menjadi berkat..
Ambil yang baik, buang yang jelek ya!

Tuesday, May 21, 2019

Family

Terlalu banyak cerita tentang keluarga. Malam ini ku menyadari, bahwa ternyata semuanya bukanlah cerita tentang aku, atau cerita tentang kami (bapak, ibu, markiki, bangso, the ni, bayi). Tapi semuanya tentang Pencipta.

Lagi ku merenungkan ini di dalam mobil, dalam perjalanan malam ini.

Banyak cerita tentang Tuhan dan pekerjaan Tuhan. Entah itu suka atau duka, semua Tuhan campur tangan. (ngga sanggup awak nulis gini sambil senyum, nangis awak mbrebes mili).

Pekerjaan Tuhan yang ajaib dan mulia, Tuhan ijinkan terjadi. Syukur pada Allah. Dalam setiap hal yang terjadi, rupanya Allah memiliki maksud.
P A R A L E L.

Banyak pekerjaan-Mu, tak cukup kuat jempol ini nulis di malam yang sudah mulai larut.
Suka duka dalam usaha keluarga.
Wajar ketika usaha harus kerja keras karena hasil tak menentu. Beda dengan pegawai yang bisa menanti gaji di awal atau akhir bulan. Salah satu bagian yang kadang bikin deg-degan bagi keluarga.

Dan aku menyadari, sepertinya keluarga memiliki latar belakang yang sama. Semuanya pernah dibully, dihina, atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain, bahkan orang sekepercayaan : ) AH INI ENERGI NEGATIF atau BUKAN? Mari bersama belajar di balik hal ini.

Heran gw, sama kaka gw, yg dengan tegasnya bilang,"Tuhan bersamaku. Dan kalo mereka gitu, itu jadi motivasi bagiku."
Aku mah butiran debu 😂 yang dihina langsung mewek. Tapi kk diberi karunia yang sedemikan rupa sehingga mampu untuk menghadapi kopet semacam itu. (NGOMONGOPOYAN)

Sejujurnya, aku nulis begini karena mbok-mbok ngko aku dipundut sikekan heheheheheheehhehehee dan tak ada kisah tentang mereka dan keluarga yang dituliskan, kan sayang.

Siapa tau menjadi berkat. Ambil yang baik baiknya sajaa, buang yang kopet kopet (SARUYAN).

Yasudah. Mata hamba sembam, mau obob dulu. Wkwkwwk

Friday, May 10, 2019

Babi

Beberapa hari ini, merasa nananina.
Kemudian aku bercerita kepada sahabat.

Lalu dia, si koleris ini, memberi saran kepada si melow (hamba wkwkwk) :
"Nek edan ojo sui2 !"

Bajilakk. Sontak gw tertohok dong. Doi orang jakarte sekarang, jd lu gw - lu gw. Harap maklum!

And then dia ngasih saran lagi buat gw "Minta kekuatan untuk lepas dari dosa. Sampe kapan koe ameh terikat?"
Dia bilang seperti ini karena dia udah mengalami pergumulan yang sama. Dia sudah melakukannya karena Tuhan yang mampukan. Secara diri ga sanggup.

And then dia kasi saran lagi untuk baca di pagi hari "Yesus usir setan ke babi babi" tapi pagi gw uda beredar, kaga fokus. Baru malam ini gw baca.

Gw notice sama ayat ini :
Markus 5:13 (TB)  Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

See?
Yesus aja mengabulkan permintaan mereka lho, mereka adalah si iblis iblis gadul singo munyuk asu bajilak itu, babi T.T Apa permintaan mereka? Para roh dari bawah minta kepada Yesus supaya rohnya pindah ke babi babi itu.

Apakah Dia ga sanggup mengabulkan permintaanmu, Mbe? Gw minta lepas dari ikatan macam gini.
Atau jangan2 gw belum minta???
Ah bullshit! Omdo lu Mbe. (knp gw jadi maki2 diri sendiri)

Semoga hamba dengan rendah hati dapat mengakui kesalahan dan dosa. Dan terlebih mohon dengan sungguh2 Tuhan mampukan untuk nananina ini.

Maaf agak 4l4y. Tapi gw ngerasa Tuhan sayang gw. Wek

And then gw notice sama ayat ini lagi :
Markus 5:13 (TB)
"Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
(ga ada hubungannya sama nananina di atas sih hehehe) Ayat ini mengingatkan gw akan brother gw, my sibling. Banyak pekerjaan Tuhan yang terjadi atas hidupnya. Tapi sedikit orang yang tau akan kebaikan Tuhan atas hidupnya, jadi MUNGKIN orang2 sukanya memandang menurut pandangan mereka sendiri, terlihat dari cara orang memperlakukannya. Gw jadi sedih! Upil banget dah pokmen, kalo ke rumah ibadah hanya formalitas apa gimanasi. YA REFLEKSI BUAT GW JUGA. SEMOGA HIDUPKU TAK SAMA LAGI SETELAH MASUK RUMAH IBADAH HEHEHEHEHE . "Lha uripku neng donya mung SEDILIT dibanding uripku neng KONO" (kata my sibling, aku pun). Makanya berubah lebih baik. Amin? Amin!
Semoga menemukan persekutuan yang membuat jiwa bertumbuh, saling berbagi dan sharing pekerjaan Tuhan sehingga saling menguatkan gereja. Gereja dalam tanda kutip, bukan gedung gereja.

Yah ini cuma sharing on my mind. Mohon maaf lahir dan batin jika ada penulisan kata2 yg kurang berkenan di hati pembaca. Doakan saya supaya saya terus rendah hati di hadapan Tuhan.

Catatan Simbe

Wednesday, April 3, 2019

Saat teduh tentang teman

Saat teduh hari ini pas banget dengan apa yang aku alami hari kemarin.
Bersyukur untuk setiap keterbukaan beberapa orang,ketika mereka sedang bergumul dalam suatu hal.
Padahal ini materi sate bulan lalu, tapi aku baru baca hari ini. Puji Tuhan related banget! Ga ada yabg kebetulan emang banyak sisi hidupku tuh.

FirmanNya sesuai keadaan dan waktu. Buat pembaca, doakan ya! Spy Firman dapat mentranformasi hidup.
POWERFUL BGT KETIKA DILAKUKAN.

Ketika Saudaramu Berbuat Dosa

Info

Hari ke-30 | 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus
Baca Pengantar Kitab Yakobus di sini

Baca: Yakobus 5:19-20

5:19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik,

5:20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Pertama kali aku bertemu dengan temanku, ia mengaku sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saat ia berusia 6 tahun. Namun, saat aku mendorongnya untuk datang ke gereja secara teratur, ia mencoba mengalihkan pembicaraan dengan agak malu. Ia mengatakan bahwa ia sebenarnya bergumul dengan kecanduan dan ingin membereskan hidupnya dulu sebelum datang kembali kepada Tuhan.

Kami masih terus saling kontak. Tiga tahun kemudian, ia masih bergumul dengan kecanduan dan juga beberapa keputusan yang buruk dalam hidupnya. Setiap kali kami berbicara, ia berusaha meyakinkanku bahwa ia sedang berusaha berubah. Namun, setiap kali, aku melihat ia makin menderita (secara fisik dan emosional) akibat pilihan-pilihan yang dibuatnya.

Apakah kamu mengenal seseorang yang, dalam bahasa Yakobus, “menyimpang dari kebenaran”? Ada orang yang menyimpang dalam hal doktrin tentang Tuhan dan tentang Injil. Ada pula orang yang doktrinnya benar, tetapi tidak lagi hidup menurut apa yang diketahuinya itu.

Temanku adalah contohnya. Ia mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya—tetapi pengakuan itu tidak pernah bisa dilihat dari cara ia hidup.

Seperti yang ditekankan Yakobus dalam suratnya, Tuhan tidak menghendaki pengakuan superfisial kita akan Dia. Tuhan mau kita mewujudnyatakan Injil dalam cara kita hidup.

Tidak berhenti di sana, Tuhan juga mau kita peduli dengan saudara-saudara seiman kita di dalam Kristus. Saat kita melihat sesama pengikut Kristus mulai menyimpang dari kebenaran, baik itu dalam pemikiran atau perbuatannya, Yakobus berkata bahwa harus ada “seseorang yang membuat dia berbalik” (ayat 19).

Untuk mendorong kita memperhatikan jiwa-jiwa yang terhilang, Yakobus mengingatkan bahwa “barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa” (ayat 20).

“Menutupi banyak dosa” berarti bahwa Tuhan akan mengampuni dosa-dosa itu (Roma 4:7). Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk ditebus oleh pengorbanan Kristus. Saat kita menolong seorang saudara seiman untuk kembali pada Tuhan, apapun dosa yang sudah ia perbuat, pengampunan Tuhan tersedia untuk menyelamatkan mereka dari kematian rohani. Apa yang lebih luar biasa daripada sebuah kehidupan yang diperbarui dalam Kristus? Sungguh luar biasa kalau Tuhan mengizinkan kita ikut ambil bagian dalam karya pemulihan-Nya yang mengagumkan itu!

Namun, bagaimana caranya kita bisa menolong orang yang sudah menyimpang untuk kembali kepada Tuhan?

Kita dapat mengasihi mereka. Kita mengasihi mereka sama seperti Kristus mengasihi kita, dan itulah alasan kita mau peduli dan berusaha membawa mereka kembali kepada Tuhan (Yohanes 15:12). Mengasihi saudara-saudara seiman mencegah kita jatuh ke dalam dosa menghakimi atau bergosip. Saat kita mengasihi, kita akan berusaha menjaga hubungan baik dengan orang tersebut, dan hubungan yang baik itu dapat saja dipakai Tuhan untuk menyatakan karya-Nya.

Kita juga dapat berdoa—secara teratur dan dengan penuh keyakinan. Pada akhirnya, bukan argumen pintar atau perkataan tulus kita yang bisa mengubah pikiran seseorang. Roh Kudus yang bekerja di kedalaman hati orang tersebut, Dialah yang berkuasa membawa orang itu kembali. Dengan berdoa, kita membawa permohonan kita langsung kepada Tuhan, yang mengasihi orang itu jauh lebih daripada kita mengasihi mereka.

Kita juga dapat dengan kasih menegur orang yang sudah menyimpang dari Tuhan. Kasih melarang kita untuk sekadar menjadi seorang pengamat di pinggir lapangan, hanya diam menonton, sementara seseorang sedang kehilangan jiwanya. Saat berbicara dengan seseorang yang tindakannya melawan Tuhan, ”jangan anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara” (2 Tesalonika 3:15), dengan kasih dan doa.

Tuhan menghendaki kita mewujudnyatakan Injil dalam hidup kita sehari-hari, Dia berduka saat salah satu dari kita menyimpang. Sebagai saudara seiman dalam Kristus, mari kita berkomitmen untuk saling menjaga satu sama lain karena kasih kita kepada Tuhan dan kasih kita kepada sesama saudara.

Dalam segala sesuatu yang kita lakukan, kiranya kita menyatakan kasih dalam tindakan dan bergantung sepenuhnya pada anugerah dan pimpinan Tuhan, percaya bahwa Dia akan terus bekerja dalam kehidupan semua orang yang adalah milik kepunyaan-Nya. —Christine Emmert, Amerika Serikat

Pertanyaan untuk direnungkan

1. Apakah kamu mengenal seseorang yang sudah menyimpang dari Tuhan? Tanda-tanda apa saja yang bisa mengindikasikan seseorang mulai menyimpang dari kebenaran?

2. Satu langkah apa yang bisa kamu ambil untuk menolong saudara seiman yang menyimpang untuk dapat kembali lagi kepada Tuhan?

3. Satu kebenaran apa dari firman Tuhan yang dapat kamu pegang dalam proses membawa saudara seimanmu kembali ke jalan yang benar?

Bagikan jawaban atas perenunganmu ini di kolom komentar. Kiranya jawaban sobat muda dapat menjadi inspirasi dan berkat bagi orang lain.

Tentang Penulis:

Christine Emmert, Amerika Serikat | Christine adalah seorang pengikut Kristus, pecinta buku dan makanan. Hidup ini indah, katanya, dan setiap hembusan nafas adalah pengingat bahwa di dalam segala keadaan Tuhan itu selalu baik. Dia dan suaminya sedang membangun sebuah keluarga yang mencari Kristus dan menjadi terang dan garam di antara bangsa-bangsa. Ezra 7:10 adalah ayat favoritnya.

Tuesday, March 12, 2019

Saat teduh tentang Hikmat

Saat teduh hari ini mengingatkanku pada kakakku, ito hasianku.
Bagiku dia adalah teladan yang nyata bagaimana ia mengandalkan Tuhan dan berhikmat (dengar-dengaran) dengan Tuhan dalam keputusan yang ia ambil. Dia sangat menyadari hal itu, ia menyadari segala hal itu terjadi oleh karena tuntunan Tuhan saja, sebab ia selalu bergumul bersama Tuhan. Thanks God :))

Mengharapkan Penundaan

2019-03-12

Baca: Amsal 16:1-3,9

16:1Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN. 16:2Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. 16:3Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

16:9Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 17–19 ; Markus 13:1-20

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. —Amsal 16:9

Yang benar saja? Saya sudah terlambat, tetapi tulisan di papan informasi jalan di depan saya mengandaskan harapan saya untuk tiba di kantor tepat waktu: “Ada Hambatan di Depan”.

Saya berharap segala sesuatu berjalan sesuai jadwal yang sudah saya susun, tetapi tidak memperkirakan adanya perbaikan jalan.

Dalam hal rohani, tak banyak dari kita mempersiapkan diri untuk menghadapi hal-hal yang akan menghambat perjalanan kita atau memaksa kita mengubah rencana. Namun, kalau dipikir-pikir, saya jadi ingat betapa seringnya keadaan memaksa saya menata ulang rencana hidup saya—dalam hal besar maupun kecil. Hambatan akan selalu ada.

Dalam Amsal 16, Raja Salomo menulis tentang bagaimana rencana kita terkadang tidak sama dengan rencana Allah. Alkitab versi Bahasa Indonesia Sehari-hari menuliskan ayat 1 sebagai berikut: “Manusia boleh membuat rencana, tapi Allah yang memberi keputusan.” Salomo mengulangnya di ayat 9 (BIS), dengan berkata, “Manusia dapat membuat rencana, tetapi Allah yang menentukan jalan hidupnya.” Dengan kata lain, kita dapat membayangkan apa yang seharusnya terjadi, tetapi adakalanya Allah mempunyai jalan lain untuk kita jalani.

Bagaimana saya bisa melupakan kebenaran rohani itu? Saya menyusun rencana-rencana saya, tetapi bisa jadi lupa bertanya kepada Allah apa rencana-Nya bagi saya. Saya pun frustrasi ketika sesuatu menyela dan mengubah rencana saya.

Namun, daripada khawatir, kita dapat mengikuti nasihat Salomo dengan belajar mempercayai bahwa Allah menuntun kita, langkah demi langkah, sembari terus berdoa mencari wajah-Nya, menanti tuntunan-Nya, dan mengizinkan-Nya terus mengarahkan kita. — Adam Holz


Bagaimana biasanya reaksi Anda saat menghadapi penundaan dan perubahan rencana yang tidak terduga? Ketika merasa frustrasi, apa yang akan menolong Anda berserah kepada Allah dan mempercayai Dia lebih lagi?


Ganti kekhawatiran Anda dengan kepercayaan. Allah akan menuntun Anda.

Wawasan:

Amsal bukanlah panduan langkah demi langkah yang harus diperbuat pada tiap keadaan. Wejangan tersebut memberikan kita prinsip-prinsip umum untuk hidup dengan bijak. Amsal menunjukkan bagaimana cara berinteraksi dengan sesama manusia dan cara menghindari kebebalan—atau berhenti menjadi orang bebal. Ketika kita menerapkan hikmat dari amsal, kita akan lebih bijak untuk tidak tergesa-gesa dalam membuat perencanaan. Kita belajar untuk mengatur berbagai sumber daya yang telah diberikan Tuhan. Dalam proses itu, kita bertumbuh dan terhindar dari berbagai bencana. Amsal tidak memberitahukan rencana apa yang harus kita buat, tetapi mengajar kita untuk membuat rencana yang berhikmat dan menyerahkannya kepada Tuhan (Amsal 16:3).

Monday, February 25, 2019

Ito hasian = brother

Belum lama ini kami ngobrol
Ya, di mobil lagi

Dia mengajariku untuk berbicara dengan Allah, mencari hikmat Tuhan. Sebab setiap keputusan yang diambil, berdasar hikmat, itu menghasilkan 'output'yang luar biasa.

Cobo nen, yan!

Nek kita sungguh2 berdoa kepada Allah mesti luar biasa. Tuhan ndelok, endi sungguh-sungguh, endi sing ora.

Dadi, doa ora mung sekedar doa. Tapi benar2 berkomunikasi dg Allah, ngobrol dengan hati dan tenang.

Itulah mengapa, kakak selalu diem aja. Kayak merenung. Mungkin dia sedang ngobrol sama Allah.

Hal ini semoga tidak tabu, di kalangan kita para anak2 Allah. Ngobrol dengan Allah. Its all about dari hati.

Thanks ito hasian