Thursday, February 22, 2018

Hmmmmmmm

God does not guide those who want to run their own life. He only guides those who admit their need of His direction and rely on His wisdom (Winkie Pratney).

Tuhan tidak akan menuntun mereka yang ingin mengatur kehidupan mereka sendiri. Dia hanya menuntun mereka yang mengakui akan kebutuhan mereka akan arahanNya dan bersandar akan hikmatNya (Winkie Pratney).

Met pagi

Setiap hari, sejauh dari awal tahun ini sampai hari ini, dikirimi quote n truth dr saudari seiman Christin hehe

Dan.....
Rabu 21 Februari 2018 lalu
Mendapat sesuatu dari Firman...melalui hamba-Nya, yaitu:

Kita kembali kepada Allah tidak membawa apa-apa, tapi roh dan jiwa itu yang kekal. Tuhan Yesus menilai bagaimana "kemenurutan" kita kepada-Nya, pengandalan kita kepada-Nya. Bukan dr banyaknya harta atau apapun yg kita miliki secara duniawi di dunia ini.

*Harta adalah titipan bonus dari Allah. Ketika Ia percaya pada kita bahwa.kita.dapat bertanggung jawab atas harta,.waktu, dan sebagainya.

Huhuhu
Dan akhir2 ini aku merenungkan bahwa aku masih sangat kurang dalam hal tsb.

Doa:
Ya Tuhan, ampuni aku. Aku mengakui bahwa aku sangat kurang dalam hal apa yg Kau kehendaki. Dan mengecewakan-Mu atau sesama. Ajarku dalam hari-hari yang akan datang untuk bertanggung jawab dalam waktu, harta, talenta yang Kau berikan. Berhikmat dan hati2 dalam melakukan semuanya. Biarlah pengandalan dan kemenurutan.serta hikmat itulah yang mendorongku.
Thanks God. Amien

Wednesday, February 14, 2018

Saat aku ingin mengundurkan diri dari pelayanan pada "waktu ini" hmm

Mengikuti Pimpinan-Nya

2018-02-15

Baca: 1 Raja-Raja 19:19-21

19:19Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya. 19:20Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: 'Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.' Jawabnya kepadanya: 'Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.' 19:21Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 17–18 ; Matius 27:27-50

Sesudah itu bersiaplah [Elisa], lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya. —1 Raja-Raja 19:21

Saat masih anak-anak, saya selalu menantikan kebaktian hari Minggu sore di gereja kami. Ibadah Minggu sore terasa sangat menyenangkan, karena mimbar gereja kami sering diisi oleh para misionaris dan pembicara tamu lainnya. Isi khotbah mereka menggugah iman saya karena kerelaan mereka untuk meninggalkan keluarga dan sahabat—dan ada juga yang meninggalkan rumah, harta, dan karier—untuk pergi ke tempat-tempat yang asing dan terkadang berbahaya demi melayani Allah.

Seperti para misionaris tersebut, Elisa meninggalkan banyak hal demi mengikuti Allah (1Raj. 19:19-21). Sebelum Allah memanggil Elisa ke dalam pelayanan melalui Nabi Elia, tidak banyak yang kita ketahui tentang Elisa kecuali bahwa ia adalah seorang petani. Ketika menemui Elisa yang sedang membajak di ladang, Nabi Elia memakaikan jubahnya ke bahu Elisa (lambang dari peran Elia sebagai nabi) dan memanggil Elisa untuk mengikutnya. Setelah mengajukan satu permintaan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ayah dan ibunya, Elisa pun mengorbankan lembunya dan membakar bajaknya, pamit kepada orangtuanya, lalu mengikut Elia.

Meskipun tidak banyak dari kita yang dipanggil untuk meninggalkan keluarga dan sahabat untuk melayani Allah sebagai misionaris penuh waktu, Allah menghendaki kita semua untuk mengikut Dia dan “tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan bagi [kita] dan dalam keadaan seperti waktu [kita] dipanggil Allah” (1Kor. 7:17). Seperti yang sering saya alami, melayani Allah bisa terasa menyenangkan sekaligus menantang, di mana pun kita berada—sekalipun kita tidak pergi ke tempat-tempat yang jauh. — Alyson Kieda


Ya Tuhan, perlengkapi kami untuk menjadi utusan-Mu di mana pun Engkau menempatkan kami—dekat ataupun jauh, di negeri kami atau di negara lain.


Allah akan menunjukkan kepada kita cara yang terbaik untuk melayani-Nya di mana pun kita berada.

Wawasan:

Elia digantikan oleh Elisa dalam melayani generasinya. Pola semacam ini berulang kali kita temukan dalam Alkitab. Menjelang akhir kitab Keluaran, pelayanan Musa—pemimpin dan pemberi hukum di Israel—digantikan oleh Yosua, yang telah mendampingi Musa selama 40 tahun. Berabad-abad kemudian, Yesus hadir menggantikan Yohanes Pembaptis (“Elia” kedua menurut Maleakhi 4:5 dan Matius 11:14) untuk memberitakan Injil kerajaan Allah.

Menariknya, pola regenerasi ini memiliki kesamaan dalam hal nama. Dalam Alkitab, nama kerap mengindikasikan sesuatu yang penting. Nama dari setiap pemimpin (Elisa, Yosua, dan Yesus) yang menggantikan pendahulunya (Elia, Musa, Yohanes) memiliki arti yang sama, yaitu “Tuhan menyelamatkan”.

Inilah yang selalu menjadi keyakinan umat Allah dari tahun ke tahun. Allah menyelamatkan kita oleh anugerah-Nya dan memampukan kita oleh Roh-Nya untuk menaati Dia dan melayani sesama di mana pun kita ditempatkan.

Di manakah Allah memanggil Anda untuk melayani?



_________


Hmmmm

Niat e pingin berhenti, hibernasi dari pelayanan :( ya kali, ya mungkin... jika kehadiranku atau ketidakhadiranku menjadi batu sandungan.

Palambok jo ate-ateku

Friday, February 2, 2018

Part1 : Renungan di hari ulang tahun H+1

Dear Dwi Cahyani,

Selamat ulang tahun dari Our Daily Bread Ministries!

Kiranya hari ini Anda menikmati sukacita bersama orang-orang terkasih dan menerima iman, kasih, dan pengharapan yang dikaruniakan Allah. Kita bersyukur kepada-Nya untuk iman kita, kasih-Nya yang rela memberikan Anak-Nya yang tunggal, dan pengharapan yang dianugerahkan Kristus kepada kita, sehingga kita dapat bersukacita setiap hari sambil menantikan kehidupan kekal bersama-Nya kelak.

Untuk merayakan hari yang istimewa ini, kami telah memilih satu renungan khusus dari Our Daily Bread/Santapan Rohani bagi Anda. Kiranya renungan ini memberkati dan menambah sukacita Anda.

Tuhan memberkati,

Daniel Wong
Asisten Wakil Presiden
Wilayah Asia Tenggara

Sekeping Jigsaw

Baca:
1 Korintus 12:12-27

Pada perayaan hari ulang tahunnya, sang tuan rumah mengubah tradisi dengan cara memberikan bingkisan kepada setiap tamu yang datang ke pestanya. Kriste memberi suatu pesan pribadi kepada kami masing-masing untuk menyatakan betapa berartinya kami baginya. Pesan itu juga disertai kata-kata yang menguatkan tentang bagaimana Allah menjadikan kami sebagai pribadi yang dikehendaki-Nya. Di setiap pesan dilampiri sekeping jigsaw untuk mengingatkan bahwa masing-masing kami itu unik dan berarti dalam rencana Allah.

Pengalaman itu membuat saya membaca 1 Korintus 12 dengan pemahaman yang baru. Paulus membandingkan gereja yang adalah tubuh Kristus dengan tubuh manusia. Sebagaimana tubuh kita memiliki tangan, kaki, mata, dan telinga, semuanya merupakan bagian dari satu tubuh. Tidak ada pengikut Kristus dapat menyatakan dirinya terlepas dari tubuh itu, juga tidak ada satu bagian tubuh yang dapat mengatakan bahwa bagian tubuh lainnya tidak diperlukan (ay.12-17). “Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya” (ay.18).

Mudah bagi kita untuk merasa tidak sepenting orang lain yang berbeda karunia dan yang mungkin lebih menonjol daripada kita. Namun, Tuhan ingin supaya kita melihat diri sendiri sebagaimana Dia melihat kita—sebagai ciptaan yang unik dan sangat berharga bagi-Nya.

Anda adalah sekeping jigsaw dari sebuah gambar besar yang tidak akan lengkap tanpa kehadiran Anda. Allah telah memberi Anda karunia untuk menjadi suatu bagian yang penting dari tubuh Kristus demi kemuliaan-Nya.

Tuhan, tolong aku untuk tak membandingkan diriku
dengan orang lain dalam keluarga-Mu. Kiranya aku
berusaha menjadi pribadi yang Engkau kehendaki. Tolong
aku untuk menggunakan segalanya yang telah Engkau
berikan bagiku untuk memberkati orang lain hari ini.

Hidup Anda adalah pemberian Allah bagi Anda; persembahkanlah kembali hidup Anda kepada Allah.