Thursday, June 29, 2017

Ito hasian #1

Ia sering membicarakan tentang Tuhan dan karunia.

Banyak orang yang mengatakan bahwa usaha itu sulit, spesifiknya usaha nananina. Namun apa dia kata? Ia bisa melakukannya karena Tuhan dan kasih karuniaNya.

Belum lama, kami membicarakan (lagi) satu ayat yang terkenal yaitu Matius 6:33.
Awalnya ia tidak mengetahui apa maksud ayat tersebut. Tapi kini sepertinya ia telah memahami dan mengerti, bahkan mengalami Firman tersebut.
Carilah kerajaan sorga terlebih dahulu. Itu berarti bahwa mengutamakan Tuhan itu adalah prioritas, berkorban bagi Tuhan itu adalah prioritas.
Maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu, yaitu pakaian, makanan, dan sebagainya (seperti apa yang terdapat dalam perikop ayat tersebut).
Konteksnya apa sih kok tiba-tiba ngomongin ayat itu?
Singkat cerita, banyak orang yang melakukan usaha itu sulit, termasuk usaha nananina. Namun oleh karena Tuhan saja, ia dituntun melakukan usaha. Ia melibatkan Tuhan dalam pergumulannya sehingga Tuhan memberkati.

Semuanya tanpa kecuali adalah berkat Tuhan.

Setiap waktu selalu bergumul BERSAMA Tuhan. Apapun yang menjadi kegelisahan atau pergumulannya, ia selalu 'rembugan' dengan Tuhan. Saat menonton tv, saat berdiam diri, saat dalam perjalanan, bahkan sebelum tidur.

Seringkali orang hanya melihat apa yg di depan mata, ya, karena demikian kebenarannya. Mungkin banyak orang yang tidak tahu bagaimana berat proses kehidupannya (dahulu), bagaimana ia menderita sebagai orang menyebutnya Kristen, bagaimana ia berjuang, bagaimana ia merindukan membantu pekerjaan Tuhan, bagaimana ia melibatkan Tuhan dalam hidupnya, dan setiap proses di dalamnya. . .
Aku percaya dia dituntun oleh Tuhan. Ia berhasil dalam kehidupannya oleh karena kerja samanya dengan Tuhan, tak pernah sedetik pun Tuhan meninggalkannya. Seperti tokoh Yusuf dalam Alkitab, bagaimana ia berhasil dalam segala hal yang dilakukannya, terlebih ia berhikmat, semuanya semuaaaanya oleh karena berkat Tuhan.

Pernah ia hidup sendiri, merantau di tempat yang asing. Dalam perjalanan hidupnya kala itu, ternyata ia sudah memiliki visi untuk berusaha. Namun, lama ia tidak berkebaktian karena butuh waktu berjam-jam lamanya untuk pergi ke tempat ibadah seperti biasanya. Oleh karena itu, ia hanya berkebaktian di tempat yang tidak seperti biasa. Pikirnya, yang penting mendapatkan Firman.

Suatu waktu, ketika ia di kantor sendiri. Ada suara yang mengatakan, yang kira-kira intinya "Pulanglah, kamu udah terlalu lama menjauh dari-Ku."

Setelah waktu yang cukup lama, ia bergumul untuk pulang kembali ke tempat asalnya. Sekalipun ada 3 bos yang memintanya untuk tetap stay di tempat kerjanya itu. Sekalipun ia tidak tau dengan jelas, apa yang hendak ia lakukan selanjutnya di tempat asal.

Akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Bermodalkan yang cukup untuk berusaha (seperti visinya di awal).

Singkat cerita. Ada aja halangan yah, termasuk soal percintaan. Secara anak muda yakan. Putus cinta euy, di tempat asal.
Tapi jangan salah paham bahwa ia pulang karena seorang wanita. Patah hati oleh karena 'keinginannya' tidak terpenuhi ketika ia menyukai dan sudah berpikir jangka panjang tentang wanita itu. Ia pulang karena Tuhan yang menyuruhnya.

Finally now, ia menyadari bahwa rencana Tuhan itu luar biasa. Ia tidak mengerti maksud Tuhan saat itu. Namun ia mengerti saat ini(saat nanti). Dalam hal.pekerjaan maupun hal cinta.

Hidupnya.yang keras dahulu saat di perantauan membuatnya menjadi pribadi yang keras pula saat ini. Selalu ada tuntutan dalam dirinya untuk maju. Segala sesuatu harus segera diselesaikan. Cepat dan cepat. Pemikirannya.berkembang sedemikian rupa. Dan yang berbeda dari kebanyakan orang, ia adalah pribadi yang mampu memotivasi dirinya secara luar biasa. Memotivasi diri sendiri? Ya. Karena ia hidup di perantauan, tak.ada yang ia kenal seorang pun. So, ia memotivasi diri sendiri untuk maju. Bukan oleh karena hanya mengejar harta duniawi. TAPI IA HANYA MENGGUNAKAN KARUNIA TALENTA BAKAT YANG DIKARUNIAKAN TUHAN PADANYA. Sungguh ia menyadarinya. Seringkali berbicara tentang karunia Tuhan. Karena tanpa Tuhan, ia NOL sampai kini.

Keluar konteks.
Pernah dengar di radio. Disebut sukses itu karena hasil keberhasilannya, ia bagikan juga kepada orang lain.

Ia juga mengingat orang-orang yang berkekurangan dan membutuhkan. . . Dengan sukacita, ia berbagi.

Itulah mengapa dalam semua hal yang aku bagikan di atas, aku mau bekerja sama dengannya. Karena aku seperti dibukakan jalan dan pikiran, untuk melakukan usaha.
Bukan dalam hal materiil SAJA, tetapi dalam hal ROHANI.
Dan bukan sebagai saudara saja seringkali, tapi sebagai orang lain, partner kerja, yang menopangku, mengajarku tanpa lelah.

Keliatan begitu sempurna. Tapi KELIATANNYA setiap manusia ada aja duri dalam dagingnya.

Mohon maaf lahir dan batin

(Postingan kemarin2, baru di post hari ini)

Sunday, June 18, 2017

Amin ya Allah

Berikanlah kami hati yang rendah hati, lemah lembut, dan panjang sabar ya Tuhan.
Hati yang benar-benar dan tulus dalam mengampuni orang yang bersalah kepada kami, entah sadar atau tidak ketika dia melakukan hal yang membuat hati kami merasa "sobek".
Terpujilah Tuhan yang menjadi Sumber Kekuatan kami. Biarlah damai sejahtera melingkupi kami senantiasa dan kami terus maju melangkah ke depan tanpa terhalang "satu titik hitam pada kertas putih A4". Ampunilah kami semua supaya kami patut di hadapan-Mu. Insaf kan lah kami dengan Roh Kudus-Mu dalam kami. KASIH KARUNIA-MU CUKUP. Biarlah Kau menjadi andalanku untuk menghadapi gadul singa-singa.
AMIN AMIN AMIN.