Thursday, May 11, 2017

Merukunkan diri ? Mengampuni ?

Apakah bentuk pengampunan itu sesederhana 'memberi sapa atau salam'?

Seorang adik yang sedang bertumbuh mengatakan hal yang paling sulit untuk mengampuni/ mengasihi musuh adalah menundukkan diri sendiri.
Terasa berat untuk mengasihi orang yang bersalah PADA DIRI.
Terasa tidak mudah untuk mengampuni orang yang telah melakukan hal yang tidak adil PADA DIRI.
Nggak kuwat. Penolakan pada diri sendiri. Sulit menyangkal diri.

Kadang semesta suka 'bercanda'. Tapi diri kadang menganggapnya 'serius', lalu embuh. Tidak terselesaikan.

Yang lebih esensi dari memberi sapa atau salam adalah :
Tidak mengingat-ingat dan tidak membangkit-bangkit kesalahan orang . . . . .
Hal yang tidak nampak.
Tetapi siapa yang tahu? Bukankah hidup ini bukan untuk dilihat orang dan menyenangkan diri sendiri?

Ternyata, dia mampu mengasihi dan mengampuni. Mampu karena ada kekuatan anugerah yang membuatnya mampu untuk menanggung  s e g a l a  perkara.
Semuanya mungkin karena ada tangan yang berlipat.

Lihat! Semesta pun turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Semakin menyadari bahwa semua itu adalah proses. Proses bertumbuh menjadi pribadi yang serupa dengan Kristus.