Thursday, November 17, 2016

Kasih Sejati

KASIH SEJATI

Kau t'lah memberi
Terlebih dari yang kusadari
Karena ku melihat apa di depan mata
Namun Engkau sanggup
Melihat jauh ke dalam hati

Kau mengajarku
Satu yang dulu tak kupahami
Bahwa yang terbaik di dalam dunia ini
Telah sejak lama kumiliki

Reff:
Kasih yang sejati lahir dari relung hati
Yang tiada ingin memiliki
Namun selalu membagi

Kasih yang sejati tumbuh dari dasar jiwa
Yang tiada selalu meminta
Namun selalu percaya

Monday, November 14, 2016

ngimpi. mimpi sewaktu bobo (1)

Tiba-tiba ada yang ngomong pake bahasa Jawa, bicaranya terdengar jelas dan bikin terpana...
"Sakjane koe ki mati wingi, tanggal 27."
Spontan ku jawab...
"Lhoh, lha saiki kok isih urip?"
Lalu suara itu terdengar begini...
"Bar tanggal kui, kui ki anugerah."

Kira-kira begitu mimpi pada suatu malam. Beberapa hari sebelum kebaktian istimewa, sebelum November 2016

Sunday, November 6, 2016

Kasih-Mu Tiada Bertepi

Cerahnya mentari pagi
Namun tak lama kan pergi
Indah bulan di malam hari
Itu pun cepat berganti

S'gala yg ada padaku
Tak bertahan s'panjang waktu
Di dunia yang penuh warna
'Kan pudar pada saatnya

Tak satupun yang abadi
Semua hanya datang dan pergi lagi
Namun ku memiliki-Mu Bapa sempurna
Kasih-Mu tiada bertepi

Thursday, November 3, 2016

"Keselamatan" orang upahan

Keselamatan adl murni anugerah Allah

Kita tidak berhak tapi Allah yang memberikan.

NAC 2 november 2016
Matius 20:1-16
Tentang upah. Orang yg bekerja baru sebentar atau udah lama dalam satu hari itu, gaji atau bayaran atau upahnya tetap sama. Kalo nilai duniawi, kita bisa mengusahakan banyak (kebaikan)..., supaya mendapatkan lebih (keselamatan atau mungkin pahala namanya). Beda dengan nilai yang Dia ajarkan, orang yg mengikut Tuhan, Tuhan lah yang berhak memberikan (keselamatan) kepada setiap orang. Itu hak prerogatif Allah.
Mengucap syukurlah ketika kita diberi "pekerjaan" di muka bumi ini, itu adalah ungkapan syukur kita pada Allah. Upahnya Allah yang memberikan. Bagian kita adalah

Efesus 2:8-9 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Firman pengajaran melalui khotbah hari Rabu lalu ~ awesome. Lupa detail lata-kata yang indah. Tapi itu yang didapat.

Sejalan dengan renungan hari ini.

Yang Dibentuk dan Yang Membentuk
Roma 9:19-29

Dalam Roma 9:18, Paulus menyatakan bahwa Allah memiliki wewenang mutlak untuk menentukan siapa yang dikasihani-Nya dan siapa saja yang ditolak-Nya. Semua itu merupakan hak prerogatif Allah. Manusia tak mungkin mempertanyakannya. Kalau ada orang yang mempertanyakannya, Paulus memberikan kalimat retorik yang cukup aneh, namun kemungkinan besar mengena di hati para pembacanya.

Dalam Perjanjian Baru dalam Bahasa Indonesia Sederhana, Paulus berkata, "Apakah boleh pot kembang bertanya kepada orang yang membuatnya, 'Mengapa engkau membuat saya begini?' Tentu saja orang yang membuat pot kembang itu berhak mengerjakan tanah liat yang dipakainya itu menjadi apa saja sesuka hatinya bukan?" (20-21).

Dengan kata lain, mana ada periuk atau belanga kurang puas dengan apa yang diputuskan dan dibuat oleh Sang Panjunan? Dari tanah liat yang sama, Panjunan bisa saja dan berhak menciptakan sesuatu yang mulia atau yang kurang mulia. Kalau bangsa yang sudah dipilih untuk mendapatkan kemuliaan tetap mengeraskan hati, janganlah heran kalau yang tadinya bukan umat malah diberi peluang untuk dijadikan umat-Nya. Dengan mengutip nubuat Hosea dan Yesaya, Paulus hendak mengingatkan warga jemaat di Roma bahwa yang bukan umat Allah diangkat menjadi umat-Nya (25-26); tetapi orang Israel malah hanya sedikit yang diselamatkan (27). Dan kalau yang asli saja dapat dibuang, apalagi kita?

Karena itu, janganlah kita menjadi pongah dan menganggap bahwa kita memang lebih baik dan lebih layak ketimbang orang Yahudi yang menolak Yesus. Kita diberi kesempatan menjadi anak-anak Allah justru karena ketegaran tengkuk dan kekerasan kepala bangsa Israel.

Kita selamat bukan karena kita layak atau memiliki hak diselamatkan, tetapi keselamatan itu semata-mata anugerah Allah. Panggilan kita saat ini adalah memelihara keselamatan yang telah kita terima. Sebab, mengabaikan keselamatan itu mungkin akan membuat kita bernasib sama seperti orang Israel! [CC]

Semangat Simbe! Adalah bodoh untuk tidak mengucap syukur!