Wednesday, October 26, 2016

Aku kudu piye? Aku harus bagaimana?

Dapet share dari grup bbm. Buat KAMU, iya kamuuu (dan aku) yang mungkin sedang bingung harus bertindak bagaimana menghadapi hal ini dan itu. Menghadapi pergumulan tentang pasangan hidup (semangat ya! yg terbaik), pekerjaan, menghadapi orang yang sulit, dan lain sebagainya. Semoga kita sama-sama belajar, berproses di dalamnya. We need God in it. <3

SEKARANG BAGAIMANA?

Bacaan: 2Tawarikh 20:1-17..lanjutkan baca kisahnya, berikutnya
NATS: Kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu (2Tawarikh 20:12)

Selama bertahun-tahun mengajar di sebuah SMP yang memiliki amat banyak siswa, saya biasa berujar (dengan sedikit bercanda) bahwa doa pagi saya adalah 2Tawarikh 20:12 -- "Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."

Namun ketika Yosafat, Raja Israel mengucapkannya, ia sedang berhadapan dengan masalah hidup atau mati. Saat gabungan pasukan musuh berderap menuju Yerusalem, rakyat Yudea berkumpul untuk memohon bimbingan dan pertolongan Allah (ayat 13).

Dalam masa-masa menakutkan karena kekacauan dan perubahan, kita perlu berdoa, "Tuhanku, apa yang Kaukehendaki saat ini?" Dan seperti Raja Yosafat, sebaiknya kita mengawali doa dengan pujian kepada Bapa yang berdaulat dan penuh kuasa di surga (ayat 5-9).

Allah bersabda kepada raja dan rakyatnya, "Jangan kamu takut atau terkejut ... sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka .... TUHAN akan menyertai kamu" (ayat 15-17).

Dalam keadaan tertekan dan situasi yang membingungkan, mungkin kita akan berkata dengan cemas, "Sekarang bagaimana?" Akan tetapi, apabila kita menatap Tuhan dan memercayai pemeliharaan-Nya, kecemasan kita akan diganti dengan kedamaian -DCM


IMAN RUNTUH BILA MUNCUL KECEMASAN
DAN KECEMASAN BERAKHIR KETIKA IMAN TUMBUH